Tips Cara Memiliki Pikiran yang Positif dan Mengatasi Pikiran Negatif :
1. Optimis Dengan Masa Depan
Untuk bisa selalu berpikiran positif maka seseorang haruslah optimis
akan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Buang semua
perasaan pesimis yang tidak berdasar. Untuk hal-hal tertentu ambilah
resiko yang mungkin terjadi walaupun menyebabkan kerugian, selama tidak
berakibat fatal. Setiap segala sesuatunya telah ditetapkan oleh Allah
SWT, sehingga segala hak buruk yang nantinya dapat terjadi merupakan
suatu bentuk ujian, pelajaran, dan bahkan kebaikan dari Allah SWT.
2. Melaksanakan Pola Hidup yang Baik dan Sehat
Pola hidup yang baik dilakukan dengan melaksanakan pola hidup sehat,
menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, menjadi
individu yang taat kepada peraturan yang berlaku, menghindari segala hal
yang buruk, berusaha menjadi pribadi yang baik, dan lain-lain. Jika
hari-hari kita diisi oleh berbagai hal yang tidak baik maka berbagai
hal-hal yang tidak baik termasuk pikiran negatif dapat datang
menghampiri diri kita.
3. Hidup Untuk Saat Ini dan Masa Depan
Tinggalkanlah masa lalu sejauh mungkin dan mulailah menata kehidupan
yang saat ini dijalani. Siapkanlah rencana jangka pendek dan juga
rencana jangka panjang yang hendak dilakukan dalam kehidupan ini agar
tidak kehilangan arah saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Target pencapaian masa yang akan datang harus bersifat mulia, baik,
tinggi dan prestise. Namun tetap menitikberatkan kepada Ibadah kepada
Allah SWT, kerendahhatian, kekeluargaan, kedamaian, kesejahteraan, dan
lain sebagainya.
Berbagai hal yang telah terjadi di masa lalu haruslah kita jadikan
sebagai pengalaman hidup dan juga sebagai pelajaran yang berharga untuk
bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang akan di lakukan pada
saat ini maupun di saat yang akan datang. Kejadian-kejadian yang ada
di masa lalu bukanlah sesuatu yang harus disesali, ditangisi,
dirindukan, dikejar, diimpikan, dan lain-lain. Dengan menjadikan masa
lalu sebagai guru yang paling baik maka diharapkan tidak ada hal-hal
negatif yang ada di masa lalu mempengaruhi diri kita dalam mempositifkan
pikiran kita.
4. Mengatasi Emosi Pada Diri Sendiri
Ketika diri kita emosinya memuncak maka biasanya pikiran kita akan ikut
terpengaruh. Banyak hal-hal baik kita abaikan dan kita lupakan. Banyak
hal-hal yang buruk yang kita ingat dan kita kerjakan. Itulah sebabnya
mengapa seseorang harus belajar mengendalikan emosinya agar pikiran bisa
selalu tetap stabil dalam berpikir positif dan mengabaikan berbagai
pikiran-pikiran negatif atau kotor yang datang silih berganti. Salah
satu cara termudah dalam mengatasi emosi jiwa atau amarah remuk redam
pada diri sendiri adalah dengan berpuasa.
5. Menghilangkan Sifat Iri, Dengki, Sombong, Berburuk Sangka, Dsb (Penyakit Hati)
Penyakit hati adalah sumber dari pikiran negatif. Biasanya seseorang
tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit hati (penyakit kalbu) hingga
masalah demi masalah terjadi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Orang yang berpenyakit hati pun pada umumnya tidak menyadari bahwa
dirinya hidup menderita akibat penyakit hatinya sendiri karena telah
menzalimi diri sendiri maupun orang lain. Orang yang menderita penyakit
hati biasanya tidak senang melihat orang lain senang, serta merasa
senang jika melihat orang lain menderita lahir maupun batin.
Untuk bisa mengobati penyakit hati (kalbu) yang selama ini diderita maka
seseorang harus melakukan banyak hal. Beberapa hal di antaranya adalah
melakukan introspeksi diri, meminta penilaian orang lain yang dapat
dipercaya terhadap diri kita, menerima kritik maupun masukan dari orang
lain, berani mencoba berubah menjadi seseorang yang baik, mempertahankan
sifat-sifat baik yang telah dimiliki, membuang sifat-sifat buruk yang
telah terdeteksi, berkaca dari orang-orang yang berkelakuan /
berperangai buruk, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan lain
sebagainya. Dengan melakukan berbagai upaya dalam menyembuhkan penyakit
hati yang saat ini diderita mudah-mudahan dapat mengurangi berbagai
pikiran-pikiran negatif yang selama ini mengendap di dalam hati
sanubari.
http://www.organisasi.org/1970/01/cara-berpikir-positif-dan-cara-menghilangkan-pikiran-negatif.html
Senin, 01 Februari 2016
Bersinar Bersama Mimpi, Layaknya Matahari
"Mana mungkin tanpa adanya dukungan mereka, aku masih gagah berjuang?
Mana mungkin tanpa adanya cemoohan mereka, aku masih kukuh harapan?
Tidak perlu berpikir jadi apa aku nanti? karena dukungan dan cemoohan
mereka adalah sumber kekuatanku.”
Aku terlahir dari keluarga sederhana, akan tetapi cita-cita aku sangat besar untuk sukses mendunia. Sebut saja aku “Licha.” aku enggan dengan keramaian, juga enggan untuk bercerita meski duri kehidupan sering menghantamku, terkecuali dalam situasi terpaksa. Kenapa demikian? karena menurutku, mereka yang mampu mendengar belum tentu mampu mengerti, itulah sebabnya banyak hal perlu disimpan pada diri sendiri. Hingga suatu ketika masalah besar terjadi pada diri aku. Antara kuliah atau kerja? aku masih memusingkannya.
Pagi cerah, dengan keindahan senja dan kicauan burung yang agung suaranya. Seperti biasa, aku duduk di pelataran rumah untuk melihat mereka -masyarakat- yang tengah memulai aktivitasnya. “Hei.. kamu tidak kuliah?” tanya bibi aku dari balik pintu dan kemudian menghampiriku. “Entah? aku masih bingung. Antara kuliah atau kerja?” jawabku polos. “Memangnya mengapa? bukankah satu bulan lalu kamu sudah lulus tes dan terdaftar menjadi mahasiswa?” tanyanya lagi. “Iya, tetapi akhir-akhir ini orangtua aku meminta aku untuk melanjutkan kuliah di lingkungan pondok pesantren.” jawabku.
“Oh, meskipun begitu entah kuliah di lingkungan pesantren atau luar pesantren, kamu harus tetap kuliah. Toh! selama ini masyarakat mempercayaimu sebagai orang yang bisa sukses kedepannya. Apakah kamu akan menyia-nyiakan kepercayaan itu begitu saja?” ujarnya. Sedangkan aku hanya membalasnya dengan senyum percaya diri.
Sore harinya, aku dan keluarga aku melihat televisi bersama.
“Apakah aku akan bertanya, sedangkan mereka terlihat apatis dengan masa depan aku?” gumamku dalam hati.
“Ehh.. Ayah.. bagaimana dengan her-registrasi aku? apakah Ayah akan membayarnya dan menyetujui keinginan sa..sa..aku?” tanyaku gugup. “Untuk apa kuliah. Sedangkan kamu belajar nalar saja tidak pernah. Jika kamu masih ingin lanjut belajar, maka kamu berarti memilih hidup di pesantren. HARUS!” sentak ibuku.
Kemudian hening, hanya ada jawaban dari ibuku, sedangkan ayah aku hanya tersudut diam. “Tak ada lagi harapan untuk menjadi seorang mahasiswa dan mewujudkan cita-citaku.” seperti itulah yang aku rasakan seketika ucapan itu tertutur. Sampai di penghujung bulan, aku masih memusingkan ketidakpastian masa depanku. Hingga pada suatu ketika ayah menghampiriku. “Nak, segera bersiap-siap, Ayah akan segera melunasi semua biaya her-registrasi kamu!” ucapnya. Seperti mimpi. Iya! Setelah beberapa minggu aku memusingkannya kini terjawab sudah. Tetapi, entah mengapa aku merasa ada paksaan yang membuat ayah dan ibu saja memilih keputusasaan tersebut. “I..ii..iya Ayah, jawabku bimbang.
Selang beberapa minggu kemudian, perlahan tanya-tanya aku terjawab nyata. Iya! hipotesis aku benar. Nasihat kakek akulah yang membuat mereka memilih keputusan tersebut. Beberapa tahun kemudian. Aku sudah berada di semester III, yang entah mengapa aku berpikir ingin berhenti kuliah dan memilih untuk bekerja. Mungkin karena alasan pertama melihat teman sekampung aku yang sudah bisa memberi materi kepada orangtuanya. Sedangkan aku hanya bisa meminta.
“Kapan, tidak lagi bersandar pada orangtua layaknya mereka yang mandiri? Kapan, bukan lagi meminta tetapi memberi. Memberi rasa bangga dan juga materi?” Pertanyaan yang tengah bergelayut di benakku. Alasan kedua, selama aku kuliah aku hanya dapat modal dukungan dari orang lain, bukan dari orangtuaku sendiri. Karena dari awal mereka sudah meragukan diriku, dan mungkin karena yang mereka lihat di sekitar mereka, bahwa banyak lulusan sarjana yang hanya berdiam diri di rumah. Tetapi aku tidak pernah berputus asa, aku terus bermimpi dan percaya akan hari bahagia nanti.
Aku juga terus berusaha untuk menghilangkan keyakinan orangtuaku. Aku melakukan berbagai kegiatan di kampungku. Di antaranya adalah mengajar pelajaran bahasa arab dan bahasa indonesia kepada adik-adik kelasku yang masih duduk di Madrasah Ibtida’iyah (MI) tanpa imbalan sereceh pun. Niatku hanya satu mengamalkan ilmu-ilmu yang aku peroleh dan membuat orangtuaku bangga denganku. Karena bagiku, tidak ada kebahagiaan yang sejati kecuali senyum orangtua yang bangga akan diri kita. Hingga pada akhirnya, di hari wisuda sarjana S1, aku berhasil menghilangkan keyakinan buruk mereka. Aku terpanggil menjadi mahasiswa terbaik se-Universitas. Dan membuat mereka berkata, “Kami bangga denganmu Nak.”
Cerpen Karangan: Zuhrotus Sholihah
Facebook: Dek Tuez
Nama saya Zuhrotus Sholihah. Saya lahir di Lamongan, 24 Januari 1998. Saya mahasiswa di UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN. Lebih tepatnya di Fakultas Agama Islam – Program Studi Agama Islam. Terima Kasih.
http://cerpenmu.com/cerpen-motivasi/bersinar-bersama-mimpi-layaknya-matahari.html
Aku terlahir dari keluarga sederhana, akan tetapi cita-cita aku sangat besar untuk sukses mendunia. Sebut saja aku “Licha.” aku enggan dengan keramaian, juga enggan untuk bercerita meski duri kehidupan sering menghantamku, terkecuali dalam situasi terpaksa. Kenapa demikian? karena menurutku, mereka yang mampu mendengar belum tentu mampu mengerti, itulah sebabnya banyak hal perlu disimpan pada diri sendiri. Hingga suatu ketika masalah besar terjadi pada diri aku. Antara kuliah atau kerja? aku masih memusingkannya.
Pagi cerah, dengan keindahan senja dan kicauan burung yang agung suaranya. Seperti biasa, aku duduk di pelataran rumah untuk melihat mereka -masyarakat- yang tengah memulai aktivitasnya. “Hei.. kamu tidak kuliah?” tanya bibi aku dari balik pintu dan kemudian menghampiriku. “Entah? aku masih bingung. Antara kuliah atau kerja?” jawabku polos. “Memangnya mengapa? bukankah satu bulan lalu kamu sudah lulus tes dan terdaftar menjadi mahasiswa?” tanyanya lagi. “Iya, tetapi akhir-akhir ini orangtua aku meminta aku untuk melanjutkan kuliah di lingkungan pondok pesantren.” jawabku.
“Oh, meskipun begitu entah kuliah di lingkungan pesantren atau luar pesantren, kamu harus tetap kuliah. Toh! selama ini masyarakat mempercayaimu sebagai orang yang bisa sukses kedepannya. Apakah kamu akan menyia-nyiakan kepercayaan itu begitu saja?” ujarnya. Sedangkan aku hanya membalasnya dengan senyum percaya diri.
Sore harinya, aku dan keluarga aku melihat televisi bersama.
“Apakah aku akan bertanya, sedangkan mereka terlihat apatis dengan masa depan aku?” gumamku dalam hati.
“Ehh.. Ayah.. bagaimana dengan her-registrasi aku? apakah Ayah akan membayarnya dan menyetujui keinginan sa..sa..aku?” tanyaku gugup. “Untuk apa kuliah. Sedangkan kamu belajar nalar saja tidak pernah. Jika kamu masih ingin lanjut belajar, maka kamu berarti memilih hidup di pesantren. HARUS!” sentak ibuku.
Kemudian hening, hanya ada jawaban dari ibuku, sedangkan ayah aku hanya tersudut diam. “Tak ada lagi harapan untuk menjadi seorang mahasiswa dan mewujudkan cita-citaku.” seperti itulah yang aku rasakan seketika ucapan itu tertutur. Sampai di penghujung bulan, aku masih memusingkan ketidakpastian masa depanku. Hingga pada suatu ketika ayah menghampiriku. “Nak, segera bersiap-siap, Ayah akan segera melunasi semua biaya her-registrasi kamu!” ucapnya. Seperti mimpi. Iya! Setelah beberapa minggu aku memusingkannya kini terjawab sudah. Tetapi, entah mengapa aku merasa ada paksaan yang membuat ayah dan ibu saja memilih keputusasaan tersebut. “I..ii..iya Ayah, jawabku bimbang.
Selang beberapa minggu kemudian, perlahan tanya-tanya aku terjawab nyata. Iya! hipotesis aku benar. Nasihat kakek akulah yang membuat mereka memilih keputusan tersebut. Beberapa tahun kemudian. Aku sudah berada di semester III, yang entah mengapa aku berpikir ingin berhenti kuliah dan memilih untuk bekerja. Mungkin karena alasan pertama melihat teman sekampung aku yang sudah bisa memberi materi kepada orangtuanya. Sedangkan aku hanya bisa meminta.
“Kapan, tidak lagi bersandar pada orangtua layaknya mereka yang mandiri? Kapan, bukan lagi meminta tetapi memberi. Memberi rasa bangga dan juga materi?” Pertanyaan yang tengah bergelayut di benakku. Alasan kedua, selama aku kuliah aku hanya dapat modal dukungan dari orang lain, bukan dari orangtuaku sendiri. Karena dari awal mereka sudah meragukan diriku, dan mungkin karena yang mereka lihat di sekitar mereka, bahwa banyak lulusan sarjana yang hanya berdiam diri di rumah. Tetapi aku tidak pernah berputus asa, aku terus bermimpi dan percaya akan hari bahagia nanti.
Aku juga terus berusaha untuk menghilangkan keyakinan orangtuaku. Aku melakukan berbagai kegiatan di kampungku. Di antaranya adalah mengajar pelajaran bahasa arab dan bahasa indonesia kepada adik-adik kelasku yang masih duduk di Madrasah Ibtida’iyah (MI) tanpa imbalan sereceh pun. Niatku hanya satu mengamalkan ilmu-ilmu yang aku peroleh dan membuat orangtuaku bangga denganku. Karena bagiku, tidak ada kebahagiaan yang sejati kecuali senyum orangtua yang bangga akan diri kita. Hingga pada akhirnya, di hari wisuda sarjana S1, aku berhasil menghilangkan keyakinan buruk mereka. Aku terpanggil menjadi mahasiswa terbaik se-Universitas. Dan membuat mereka berkata, “Kami bangga denganmu Nak.”
Cerpen Karangan: Zuhrotus Sholihah
Facebook: Dek Tuez
Nama saya Zuhrotus Sholihah. Saya lahir di Lamongan, 24 Januari 1998. Saya mahasiswa di UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN. Lebih tepatnya di Fakultas Agama Islam – Program Studi Agama Islam. Terima Kasih.
http://cerpenmu.com/cerpen-motivasi/bersinar-bersama-mimpi-layaknya-matahari.html
Kata-kata Motivasi Belajar agar Selalu Semangat
Belajar
merupakan salah satu syarat seseorang mencapai apa yang diinginkan,
tanpa belajar adalah mustahil kita bisa melakukan apa pun untuk
cita-cita kita. Tapi kadang rasa bosan adakalanya datang dan membuat
kita menjadi malas, padahal hati kecil berk
ata tidak, namun karena rasa malas yang begitu kuat akhirnya kita pun enggan melakukan apa-apa.
Agar semangat selalu menyala-nyala kita membutuhkan sebuah motivasi. Motivasi bisa bersumber dari mana-mana. Bisa dari orang lain, buku atau bacaan, motivator, sebuah peristiwa, kata-kata bijak, dan lain-lain. Nah untuk itulah peran motivasi bagi seorang sangatlah vital, jika anda sedang dalam perasaan malas cobalah dengan mencoba melakukan hal di atas.
Pertama bergaulah dengan orang lain yang memiliki antusiasme tinggi dan berpikir ke depan, kedua bacalah buku atau bacaan tentang profil orang-orang sukses sesuai bidang yang anda minati, ketiga anda bisa bergaul dengan seorang motivator atau memiliki mentor, keempat anda bisa mengingat peristiwa kelam dulu yang bisa mendorong anda agar giat berusaha dan harus sukses, dan terakhir bisa dengan kata-kata motivasi di bawah ini. Insya Allah motivasi anda akan selalu berkobar dan menyala-nyala.
Berikut adalah Kata-kata Motivasi Belajar agar Selalu Semangat :
"Kegagalan bukan berarti anda seorang tidak mampu tetapi anda melakukan dengan cara yang kurang benar."
Demikian beberapa Kata-kata Motivasi Belajar agar Selalu Semangat.
Semoga bermanfaat.
http://www.embunsyurga.com/2013/03/kata-kata-motivasi-belajar-agar-selalu.html
ata tidak, namun karena rasa malas yang begitu kuat akhirnya kita pun enggan melakukan apa-apa.
Agar semangat selalu menyala-nyala kita membutuhkan sebuah motivasi. Motivasi bisa bersumber dari mana-mana. Bisa dari orang lain, buku atau bacaan, motivator, sebuah peristiwa, kata-kata bijak, dan lain-lain. Nah untuk itulah peran motivasi bagi seorang sangatlah vital, jika anda sedang dalam perasaan malas cobalah dengan mencoba melakukan hal di atas.
Pertama bergaulah dengan orang lain yang memiliki antusiasme tinggi dan berpikir ke depan, kedua bacalah buku atau bacaan tentang profil orang-orang sukses sesuai bidang yang anda minati, ketiga anda bisa bergaul dengan seorang motivator atau memiliki mentor, keempat anda bisa mengingat peristiwa kelam dulu yang bisa mendorong anda agar giat berusaha dan harus sukses, dan terakhir bisa dengan kata-kata motivasi di bawah ini. Insya Allah motivasi anda akan selalu berkobar dan menyala-nyala.
Berikut adalah Kata-kata Motivasi Belajar agar Selalu Semangat :
"Belajarlah dan carilah ilmu dan kemampuan sebanyak mengkin. Ilmu dan
kemampuan akan mengantarkan anda menuju barisan depan manusia-manusia
terbaik."
"Setiap orang sukses pasti mereka dulunya merasakan betapa sulitnya mereka melewati rintangan-rintangan dalam proses belajar."
"Tidak akan ada buah tanpa menanam pohon, tidak akan ada orang sukses tanpa belajar"
"Keberhasilan sebenarnya adalah apabila Anda dihantam hinga bertekuk lutut, tetapi mampu bangkit kembali."
"Menyerah sama saja dengan membunuh dan menghapus cita-cita mulia yang telah anda canangkan."
"Hidup adalah pilihan. Mau pilih yang mana SUKSES dengan terus belajar atau GAGAL dengan diam di tempat."
"Selalu berpikir positif, punya antusias dan semangat membara adalah modal besar bagi anda untuk bisa SUKSES."
"Jangan pernah berhenti untuk terus belajar, karena dari belajar kamu tidak pernah kehabisan akal."
"Kegagalan bukan berarti anda seorang tidak mampu tetapi anda melakukan dengan cara yang kurang benar."
"Alam bawah sadar adalah motor yang mampu menggerakan anda seperti
layaknya pesawat zet. Hati-hatilah dengan pikiran anda, jika anda
berpikir Tidak Bisa maka alam bawah sadar akan mengabulkan permintaan
anda dan anda Tidak akan Pernah Bisa. Sebaliknya jika anda selalu
berpikir bahwa semua serba mungkin dan BISA maka alam bawah sadar akan
mengantarkan anda kepada sebuah keberhasilan."
"Hilangkan semua pikiran NEGATIF dalam diri anda, Kejarlah IMPIAN dan RAIH kesuksesan anda."
"Kunci SUKSES sebenarnya ada didalam DIRI dan PIKIRAN anda, Jika anda berpikir SUKSES, maka kesuksesan akan menghampiri anda"
"Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, tp adalah penting untuk mengambil pelajaran dr kegagalan.*Bill Gates."
Demikian beberapa Kata-kata Motivasi Belajar agar Selalu Semangat.
Semoga bermanfaat.
http://www.embunsyurga.com/2013/03/kata-kata-motivasi-belajar-agar-selalu.html
Langganan:
Komentar (Atom)
